Pesantren dan Pembangunan Karakter Bangsa
Akhir-akhir ini bangsa kita dihadapkan dengan kondisi moralitas bangsa
yang merosot pada titik yang paling mangkhwatirkan, betapa tidak
keterpurukan moralitas bangsa sudah merata ke seluruh institusi lembaga
negara yang ada di negara kita, korupsi sudah mewabah dari mulai lembaga
eksekutif, legislatif, bahkan terakhir lembaga yang seharusnya jadi
benteng terakhir pun sebagai lembaga yang menangani hukum terjebak
kepada masalah korupsi.
Apa yang salah dengan negara ini
sehingga para pemimpin kita sudah tidak dapat lagi mengemban amanah yang
diberikan oleh rakyat selama ini, apakah memang hukum kita lemah
sehingga menjadikan pelaku korupsi tidak pernah jera untuk melakukan
tindakan tak terpujinya, atau karena tuntutan gaya hidup yang semakin
tinggi sehingga berbagai cara dilakukan untuk memenuhi hasrat hidup
duniawinya yang tinggi.
Perlu kita ketahui bahwa disadari atau tidak para pemimpin kita adalah
hasil didikan dari lembaga pendidikan yang ada di negara kita, sistem
dan metoda pendidikan yang diterapkan di lembaga pendidikan berpengaruh
kepada hasil / lulusannya. Kita bisa melihat bahwa pola pendidikan
nasional kita lebih cenderung kepada pemenuhan-pemenuhan dimensi fisik,
psikomotorik dan kognitif saja yang lebih utama, sementara dimensi
manusia lainya yaitu spiritualitas/ruhaniyahnya kurang diperhatikan
secara mendalam, padalah perlu kita ketahui bahwa pembangunan
spiritualitas/ruhaniyah/kejiwaan yang orang barat menyebutnya dengan soft skill itu akan berdampak baik kepada sisi lahiriyah/jasadiyah manusia.
Berdasarkan kepada hal itu maka lembaga pendidikan yang selama ini
konsen dan serius sejak dulu menekankan kepada siswanya akan materi
pendidikan keruhaniyahan adalah pesantren, para guru / ustad / kyai
meyakini dengan sepenuh hati bahwa yang akan menyelamatkan manusia dari
godaan dunia dan siksaan akhirat adalah dengan bagaimana jiwa-jiwa
manusianya disucikan, diarahkan, dan didekatkan kepada penciptanya yaitu
Tuhan yang maha esa Alla SWT. pondasi inilah yang dikuatkan oleh para
pendidik yang ada dipesantren. sehingga kelak jabatan apapun yang ada
dipundaknya, kekayaan apapun yang dimilikinya, muaranya akan senantiasa
diarahkan untuk mencari ridha Allah SWT. maka dengan begitu
perilaku-prilaku tercela akan senantiasa dijauhi termasuk perilaku
korupsi.
Pemerintah mesti sadar akan hal ini, eksistensi
lembaga pesantren harus terus dijaga dan dikembangkan sehingga lulusan -
lulusan pesantren akan menjadi manusia-manusia unggul (insan kamil)
yang senantiasa menjadi teladan bagi sesamanya. Dengan menjaga dan
mengembangkan lembaga Pesantren salah satu dampaknya adalah uang negara
tidak habis dikorupsi oleh pejabatnya, uang negara menjadi alat untuk
menciptakan kesejahteraan bagi rakyatnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar