Kamis, 21 November 2013

Pesantren dan Pembangunan Karakter Bangsa

Akhir-akhir ini bangsa kita dihadapkan dengan kondisi moralitas bangsa yang merosot pada titik yang paling mangkhwatirkan, betapa tidak keterpurukan moralitas bangsa sudah merata ke seluruh institusi lembaga negara yang ada di negara kita, korupsi sudah mewabah dari mulai lembaga eksekutif, legislatif, bahkan terakhir lembaga yang seharusnya jadi benteng terakhir pun sebagai lembaga yang menangani hukum terjebak kepada masalah korupsi.

Apa yang salah dengan negara ini sehingga para pemimpin kita sudah tidak dapat lagi mengemban amanah yang diberikan oleh rakyat selama ini, apakah memang hukum kita lemah sehingga menjadikan pelaku korupsi tidak pernah jera untuk melakukan tindakan tak terpujinya, atau karena tuntutan gaya hidup yang semakin tinggi sehingga berbagai cara dilakukan untuk memenuhi hasrat hidup duniawinya yang tinggi.

Perlu kita ketahui bahwa disadari atau tidak para pemimpin kita adalah hasil didikan dari lembaga pendidikan yang ada di negara kita, sistem dan metoda pendidikan yang diterapkan di lembaga pendidikan berpengaruh kepada hasil / lulusannya. Kita bisa melihat bahwa pola pendidikan nasional kita lebih cenderung kepada pemenuhan-pemenuhan dimensi fisik, psikomotorik dan kognitif saja yang lebih utama, sementara dimensi manusia lainya yaitu spiritualitas/ruhaniyahnya kurang diperhatikan secara mendalam, padalah perlu kita ketahui bahwa pembangunan spiritualitas/ruhaniyah/kejiwaan yang orang barat menyebutnya dengan soft skill itu akan berdampak baik kepada sisi lahiriyah/jasadiyah manusia.

Berdasarkan kepada hal itu maka lembaga pendidikan yang selama ini konsen dan serius sejak dulu menekankan kepada siswanya akan materi pendidikan keruhaniyahan adalah pesantren, para guru / ustad / kyai meyakini dengan sepenuh hati bahwa yang akan menyelamatkan manusia dari godaan dunia dan siksaan akhirat adalah dengan bagaimana jiwa-jiwa manusianya disucikan, diarahkan, dan didekatkan kepada penciptanya yaitu Tuhan yang maha esa Alla SWT. pondasi inilah yang dikuatkan oleh para pendidik yang ada dipesantren. sehingga kelak jabatan apapun yang ada dipundaknya, kekayaan apapun yang dimilikinya, muaranya akan senantiasa diarahkan untuk mencari ridha Allah SWT. maka dengan begitu perilaku-prilaku tercela akan senantiasa dijauhi termasuk perilaku korupsi.

Pemerintah mesti sadar akan hal ini, eksistensi lembaga pesantren harus terus dijaga dan dikembangkan sehingga lulusan - lulusan pesantren akan menjadi manusia-manusia unggul (insan kamil) yang senantiasa menjadi teladan bagi sesamanya. Dengan menjaga dan mengembangkan lembaga Pesantren salah satu dampaknya adalah uang negara tidak habis dikorupsi oleh pejabatnya, uang negara menjadi alat untuk menciptakan kesejahteraan bagi rakyatnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar